Wednesday, December 30, 2009

Aku Hanya Hamba-Mu yang Lemah

Aku terjatuh dalam kehinaan
Tika mencari kebenaran
Ku insafi dosa noda semalam
Tika mencari hidayah-Mu tuhan

Aku adalah insan
Yang lalai dalam kehidupan
Menuruti nafsu yang tidak pernah puas
Segala nikmat dunia-Mu

Pimpinlah daku
Menuju jalan redhaMu
Hingga mencapai kenikmatan
Syurga akhirat Mu

Oh tuhan
Ampuni aku
Tunjuki aku
Jalan inayah hidayah-Mu

Bintang Persahabatan

Lihat bintang di langit
Ceria menemani bulan
Begitu juga aku teman
Kan ceria menemanimu
Bintang bercahaya berkelipan
Menyinari kehidupan malam
Ku jua begitu
Menyinari kehidupanmu
Marilah bersama berganding bahu
Ibarat bulan dan bintang
Beriringan tangan erat genggaman
Mencapai kejayaan nan cita yang satu
Tidak kira api daratan
Tidak kira luasnya lautan
Kita tekad bersama
Mendaki puncak kejayaan
Inilah bagiku bintang persahabatan

Fitrah Manusia

Hidup memang ibarat pelakon wayang
Tersenyum dibibir
Sedang hati merintih
Ketawa di mulut
Tika hati menangis
Berkorban demi orang
Diri sendiri terkorban
Amat menjaga hati mereka
Tanpa disedari hati kita yang terluka
Tetapi ingatlah
Akan menjadi yang terindah
Dalam kenangan suatu hari nanti
Demi sebuah ikatan kekeluargaan
Persahabatan dan juga dalam percintaan…

pencarianku

Aku tak tau apa yang kucari
Aku hanya seorang hamba lemah
Teraba mencari kebenaran
Di simpang banyak lorong
Yang mana aku tak tau dimana
Jalan hakiki antara lorong itu
Aku terus berjalan
Memilih lorong dari lorong itu
Bagai sibuta hilang tongkatnya
Rebah dijalanan mencari tongkat itu
Aku bangkit dan kukuatkan semangat
Teruskan sisa perjalanan ini
Tanpa aku tau
Dimana dan bila aku akan sampai dipenghujungnya
Satu tangan terhulur
Menyambut aku yang kejatuhan
Membangkitkan diri ini terus berdiri
Lalu memimpin aku kearah satu jalan sepi
Yang mana
Banyak duri dijalan itu
Lantas aku menyentap tanganku dari tangannya
Apakah jenis jalan ini??
Berkatalah insan itu
Jalanlah wahai sahabatku
Jalan hakiki itu ada di hujungnya
Aku termanggu dan tertawa mendengarnya
Dengan duri ini bagaimana aku
Boleh menyeberanginya???
Duhai sahabat..
Untuk mencari kebenaran
Kita perlulah melalui segala duri dan ranjau
Kerna itulah pembangkit mencapainya
Marilah
Hulurlah tanganmu bersamaku menujunya
Aku terus berjalan dengan terpinga
Mengorak langkah melalui jalan itu
Memijak segala noda jalan
Berjalan terus berjalan dalam kesakitan
Kerana teman baruku ini
Aku melupakan segala sakit dan luka
Tanpa mengenal putus asa
Aku sampai dipenghujungnya
Benarlah katanya
Aku mencapai apa yang kucari selama ini
Kedamaian dan kebenaran
Terima kasih teman perjalananku…

Sahabat Sejati


Ku biar kalam berbicara
Menghurai maksudnya di jiwa
Agar mudah ku mengerti
Segala yang terjadi
Sudah suratan Ilahi

Ku biarkan pena menulis
Meluahkan hasrat di hati
Moga terubat segala
Keresahan di jiwa
Tak pernah ku ingini

Aku telah pun sedaya
Tak melukai hatimu
Mungkin sudah suratan hidupku
Kasih yang lama terjalin
Berderai bagaikan kaca
Oh teman, maafkanlah diriku

Oh Tuhan
Tunjukkan ku jalan
Untuk menempuhi dugaan ini
Teman, maafkan jika ku melukaimu
Moga ikatan ukhwah yang dibina
Ke akhirnya

Aku tidak kan berdaya
Menahan hibanya rasa
Kau pergi meninggalkan diriku
Redhalah apa terjadi
Usahlah kau kesali
Mungkin ada rahmat yang tersembunyi

SEINDAH WANITA...TETAPI???

Wanita indah ciptaannya,
diciptakan dari tulang rusuk adam,
bukan dari kepalanya untuk dijadikan atasannya,
bukan dari kakinya untuk dijadikan alasannya,
melainkan dari sisinya untuk dijadikan teman hidup,
dekat pada lengan untuk dilindungi,
dan dekat dihati untuk dicintainya.. dan disayangi…
wanita diciptakan dengan kelembutan
yang boleh meruntuhkan ego lelaki
wanita kaya dengan pujuk rayunya
dan kata-kata manjanya
melembutkan lelaki yang keras hatinya
wanita memang indah ciptaannya
dengan postur tubuh yang indah
yang sentiasa menjadi tatapan insane
bernama adam
apatah yang mereka bermata nakal
tetapi lihatlah hari ini
anak-anak remaja perempuan kita
dengan pakaian yang begitu seksi
hendak ke mana wahai adik-adiku
berjumpa pria pujaan?
Apakah jenis pakaianmu ini
Dikatakan fesyen terbaru
Aduh! Begitu sedih hati ini
Tatkala mendengar jawaban mereka
Berkataku sendirian
Masihkah ada lagi wanita semulia siti khadijah
Berkorban harta dan wang demi Islam
Masihkah ada secerdik aishah
Bijak berkata demi kesucian islam
Siapakah pengganti Rabiatul Adawiyah
Yang mencari cinta Illahi
Sepanjang masa
Dan masih adakah ainul mardiah
Menunggu di syurga untuk mereka yang beriman
Masihkah ada wanita sehebat wanita salafussoleh………..
Aku merintih dan menangisi kaumku zaman ini
Kuharap kiranya masih ada
Sebagai penghias bumi
Yang mampu menyejukkan mata
Para bani adam…
Dan menjadi sebaik perhiasan bumi ini

Thursday, July 16, 2009

Salam kerahmatan dan salam sejahtera ke atasmu duhai teman seperjuangan.....

tiada seindah bait aku ingin ungkapkan padamu teman...
apa yang ku inginkan adalah untuk meluahkan apa yang tersirat dihati ini...
betapa diri ini amat menyayangi dirimu
hidup memang seindah pelangi..
terbina di kaki langit..
terbias akibat rintik-rintik hujan...
dipancari cahaya matahari...
memang lumrah manusia dihidupkan..
memakmurkan bumi sebagai khalifah bumi..
manusia amat istimewa ciptaannya disujudi para malaikat...
tidak siiblis laknatullah yang mendedami ke hari kiamat..
tiada manusia yang diciptakan sempurna...
tiada manusia yang diciptakan tanpa dugaannya...
begitu juga nabi diduga dalam perjalanan dakwahnya
tapi duhai teman...
fikirkanlah...
adakah kita diduga seperti dugaan nabi???
para yahudi dan kafir mendengkinya...
tapi mengapa dirimu jatuh di pertengahan jalanmu...
mengapa dirimu tiada upaya bangkit meneruskannya...
mengapa dirimu menyalahkan takdirmu...
dirimu sering mengatakan duri jalanan yang sering menyakitimu...
tidakkah kau sedar hasil kelalaianmu sendiri...
menghasilkan duri itu...
tika musafirmu...
inikah sahabatku yang ingin berjaya menggapai citanya...
dengan tekad murni membalas jasa ibu bapa..
duhai teman....
bangkitlah...
tanamlah azam barumu...
padamkanlah peristiwa lalu...
cahayakanlah dirimu dengan azammu...
bakarlah dirimu dengan api usaha...
membina cerita kehidupan barumu...
tanpa mengenal segala erti...
kepayahan...
putus asa....
jatuh sungkurmu...
duri dan rintangan jalanmu...
disulami benang-benang...
doa dan tawakal...
serta usaha...
merapatkan luka yang ada padamu...
akibat duri dan rintangan itu...
meneruskan perjalanan...
tanpa menoleh ke belakang...
ingatlah duhai sahabat...
hanya dirimu yang mencipta...
pengakhiran jayamu...
bukan keluargamu...
bukan aku...
apatah lagi mereka di sampingmu...
kerna kami hanya sebuah jambatan...
buatmu untuk menyeberang...
mencapai cita dan impian....
di seberang sana...
tuhanmu rabbi hanya akan memberi kejayaan...
setelah hambanya yang mengubah dirinya sendiri..